GERAKAN BERBAGI BERKAT OMK SANTO PAULUS 1

Dengan ditemani hujan mengguyur kota Semarang dan Banyumanik khususnya tidak mengurangi semangat anak-anak OMK untuk melaksanakan Aksi Sosial mereka.

Dengan ditemani hujan mengguyur kota Semarang dan Banyumanik khususnya tidak mengurangi semangat anak-anak OMK untuk melaksanakan Aksi Sosial mereka.

Melanjutkan dan merealisasikan dari pertemuan APP sebelumnya “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu” Generasi Muda Harapan Masa Depan Gereja. Walaupun dengan segala kesibukan anak-anak dalam tugas-tugas sekolah, masih bersedia menyempatkan sedikit waktunya untuk kembali berkumpul bersama dalam komunitas OMK.

Pertemuan ini dihadiri oleh 28 orang, sungguh luar biasa antusias umat untuk kembali berkumpul dalam persaudaraan. Ini membuktikan bahwa umat Lingkungan 1 sangat rindu berkomunitas.

Di Banyumanik sendiri, WKRI masuk dalam kelompok kategorial, dan telah ber-kiprah selama 98 tahun dalam kegiatan kemasyarakatan tingkat kevikepan, keuskupan dan pemerintah kota.

Dalam rangka mendukung Program Aksi Sosial Sembako Panitia Paskah Paroki Banyumanik, Umat wilayah Santo Paulus 2 dengan Semangat Kasih Kristus ikut berbelarasa dan berpengharapan dengan mengumpulkan sembako dan dana sukarela.

Mengusung tema "Persekutuan, Partisipasi dan Perutusan", sarasehan SINODE ini ingin mencoba menggerakan kembali umat untuk kembali aktif, bahkan kalau bisa malah menjadi inspirasi bagi umat lain supaya semakin semangat untuk terlibat dalam kegiatan.

Apa kabar, Adik-adik tersayang? Yuk, kita bergembira bareng lagi dalam Sekolah Minggu virtual Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik.
Pada tanggal 13 Maret 2022 yang lalu Gereja Santa Maria Fatima Banyumanik, melangsungkan acara Pembaptisan Anak. Sejumlah 6 anak dibaptis secara Katolik oleh Romo Albertus Hesta Hana, Pr. Para orang tua saat menerima Sakramen Perkawinan sudah berjanji dihadapan Tuhan untuk…

Kita diajak lebih dalam lagi memaknai arti belas kasih untuk membantu sesama meskipun kita sendiri memliki keterbatasan. Dan di masa Pandemi ini menurut umat bahwa kondisi ini dapat menggerus semangat membangun paguyuban di lingkungan tetapi ada yg berpendapat tidak akan dapat menggerus semangat menjadi pelayan bahkan sebagai umat biasa.