Christina Jati | Komsos

Sebanyak 25 peserta perempuan berusia 25–50 tahun mengikuti Pelatihan Content Creator Basic Skill Part 2 dengan materi Videography & Copywriting pada Minggu, 20 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Darmojoewono Lantai 2, Gereja Santa Maria Fatima Banyumanik, ini diselenggarakan oleh Tim Pelayanan Ibu Paroki bekerja sama dengan Tim Pelayanan Komunikasi Sosial (KOMSOS).

Pelatihan berlangsung selama kurang lebih enam jam, mulai pukul 09.00 hingga 15.00. Meskipun berlangsung cukup panjang, peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan serius. Pelatihan dirancang tidak hanya dalam bentuk pemaparan materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari.
Belajar Videografi dan Copywriting



Dalam sesi videografi, peserta mendapatkan materi dari Bonaventura Aditya. Peserta diperkenalkan pada dasar-dasar pengambilan gambar yang dapat digunakan untuk menghasilkan video yang lebih menarik dan sesuai dengan tujuan konten.
Sementara itu, materi copywriting disampaikan oleh Christina Jati. Peserta belajar mengenai cara menyusun teks untuk video promosi dengan memperhatikan tiga elemen penting, yaitu Hook, Pesan, dan Call to Action (CTA). Peserta juga diajak memahami bahwa teks dalam video tidak sekadar memberikan informasi mengenai produk, tetapi perlu disusun agar mampu menarik perhatian dan menyampaikan manfaat produk kepada penonton.

Setelah mendapatkan materi, peserta kemudian mempraktikkan proses pembuatan video dengan menggunakan aplikasi CapCut. Sesi praktik dipandu oleh Vita Divina, yang membantu peserta memahami penggunaan aplikasi dalam proses pengolahan video.



Untuk memudahkan proses praktik, anggota-anggota KOMSOS juga turut hadir sebagai pendamping. Para pendamping membantu peserta ketika mengalami kesulitan teknis maupun ketika menerapkan materi yang baru saja disampaikan.
Satu Peserta, Satu Video
Salah satu target utama pelatihan ini adalah agar setiap peserta mampu menghasilkan satu video promosi produk berdasarkan arahan yang telah diberikan oleh pemateri. Dengan demikian, peserta tidak hanya pulang membawa pengetahuan, tetapi juga membawa pengalaman langsung membuat sebuah karya.


Hasil praktik peserta bahkan cukup menarik bagi para pemateri. Meskipun sebagian peserta masih berada pada tahap awal dalam mempelajari videografi, copywriting, dan editing video, karya yang dihasilkan dalam praktik pertama tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik.
Hal ini menjadi salah satu bagian yang menggembirakan dari pelatihan: peserta berani mencoba dan mampu menerjemahkan materi yang baru dipelajari menjadi sebuah karya video.
Pendampingan Berlanjut Setelah Pelatihan
Proses belajar tidak berhenti ketika kegiatan tatap muka berakhir. Selama satu minggu setelah pelatihan, peserta tetap mendapatkan pendampingan melalui grup WhatsApp. Grup tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan maupun berdiskusi ketika mereka melanjutkan praktik secara mandiri di rumah.
Dengan adanya pendampingan lanjutan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami materi saat pelatihan berlangsung, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus mencoba dan mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari.
Pelatihan Content Creator Basic Skill Part 2 menjadi salah satu bentuk kerja sama antara Tim Pelayanan Ibu Paroki dan Tim Pelayanan Komunikasi Sosial dalam mendukung umat untuk semakin mampu menggunakan media digital secara kreatif.

Semoga keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat terus dikembangkan dan digunakan untuk menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, baik bagi peserta secara pribadi maupun bagi pelayanan dan kehidupan menggereja.
Karya-karya para peserta dapat dilihat melalui Reels IG @komsos.banyumanik
