Sarasehan Kebangsaan: Kerjasama dengan Semua Pihak Menuju Peradaban Kasih

Agnes Galuh Anindita | Komsos

Tim Pelayanan Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Paroki St. Maria Fatima Banyumanik bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang mengadakan Sarasehan Kebangsaan yang mengusung tema “Kerjasama dengan Semua Pihak Menuju Peradaban Kasih” 

Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026 pk 09.00 WIB di aula gedung Darmojuwono dan dihadiri oleh perwakilan tiap lingkungan di Paroki St. Maria Fatima.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan doa, dan sambutan oleh Romo Stephanus Suratman Gitowiratmo, Pr selaku Vikaris Paroki St. Maria Fatima.

Dalam sambutannya Romo Gito mengungkapkan bahwa kemerdekaan harus membuat semua orang merasa diperlakukan setara.

“Kita hendaknya memelihara sumber daya alam kita agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi semua pihak” ungkap beliau.

Beliau juga mengungkapkan bahwa terpeliharanya sumber daya dapat mendukung terwujudnya kemakmuran bagi semua pihak secara merata, yang terus berkesinambungan dan berkelanjutan.

Acara dilanjutkan dengan sesi bersama Bapak Dr. Bambang Pramusinto, SH, S.IP, M.Si selaku Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Semarang. Beliau mengungkapkan pentingnya dialog antar agama dan kepercayaan dalam membangun persatuan bangsa.

Beliau memaparkan tiga landasan teori modal sosial melalui bonding social capital, bridging social capital, dan institusional trust.

Dalam kesempatan ini beliau juga memaparkan indeks pengamalan Pancasila di Kota Semarang saat ini.

Beliau berharap, dengan adanya sarasehan di masyarakat, indeks pengamalan Pancasila akan meningkat.

Dialog interaktif dan tanya jawab dengan peserta juga mewarnai acara sarasehan. Terlihat antusiasme peserta untuk mengetahui langkah-langkah pemerintah kota serta dilema masyarakat yang terjadi akhir-akhir ini yang berkaitan dengan agama dan kepercayaan.

Diharapkan, dengan adanya kerja sama antara pemerintah kota dan gereja dalam hubungan antar agama dan kepercayaan, umat dapat lebih mencintai Gereja, Bangsa, serta Negara demi terwujudnya peradaban kasih.