Pelatihan Desain Grafis dan Canva:  Bekali Umat Ciptakan Media Pewartaan yang Menarik

Nicholyn Nethania Aurelia Widagdo | Komsos

Tim Pelayanan Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki St. Maria Fatima Banyumanik telah melaksanakan kegiatan Pelatihan Desain Grafis dan Canva pada Minggu, 19 Juli 2026, di Aula Lantai 2 Gedung Darmodjuwono. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan wilayah, lingkungan, dan tim pelayanan sebagai upaya meningkatkan kemampuan umat dalam membuat media publikasi yang menarik dan efektif untuk mendukung karya pewartaan Gereja.

Acara dibuka dengan sapaan dari Kepala Bidang Pewartaan, Bapak Petrus Dodi Priyo Widagdo. Dalam sambutannya, beliau berharap para peserta dapat menjadi penggerak di lingkungan pelayanannya masing-masing melalui kemampuan membuat flyer dan poster yang komunikatif. Menurutnya, media desain bukan sekadar sarana mempercantik informasi, tetapi juga menjadi media komunikasi, sapaan, serta ajakan kepada umat untuk semakin aktif mengikuti berbagai kegiatan di Gereja.

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Fransiskus Kriswandaru, narasumber dari Divisi Konten dan Desain Komsos, yang membahas dasar-dasar desain grafis. Beliau menekankan bahwa Canva hanyalah sebuah alat, sedangkan kemampuan menghasilkan desain yang baik berawal dari pemahaman prinsip-prinsip desain grafis. “Kalau maksud dan tujuannya tidak tersampaikan berarti desainnya belum selesai” ungkapnya. Beliau kemudian menjelaskan empat dasar utama dalam desain grafis, yaitu tata letak (layout), warna, tipografi, dan hirarki visual.

Suasana pelatihan semakin hangat saat sesi istirahat singkat yang diwarnai canda tawa antarpeserta. Momen tersebut mengembalikan semangat peserta sebelum memasuki sesi berikutnya.

Pada sesi kedua, Kak Filumena Princy Vita, yang juga berasal dari Divisi Konten dan Desain Komsos, memperkenalkan Canva sebagai platform desain grafis yang gratis dan mudah digunakan. Materi difokuskan pada penggunaan aplikasi Canva melalui telepon genggam yang mudah diterapkan oleh seluruh peserta. Setelah penjelasan fitur-fitur utama, peserta diajak mengikuti praktik membuat ulang sebuah desain contoh agar dapat langsung memahami penggunaan berbagai fitur Canva.

Setelah istirahat makan siang, pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik mandiri. Peserta menerima sebuah briefing desain sebagai acuan untuk membuat karya. Seluruh hasil desain kemudian dikumpulkan dan ditinjau bersama sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran. Beberapa peserta yang menghasilkan desain terbaik memperoleh buah tangan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan penerapan materi yang telah dipelajari.

Harapannya melalui pelatihan ini setiap peserta mampu mengembangkan keterampilan membuat desain grafis menggunakan Canva untuk mendukung pelayanan di Gereja. Kemampuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam pembuatan poster, flyer, maupun berbagai media informasi dan pewartaan, sehingga komunikasi kepada umat menjadi lebih menarik, informatif, dan mampu mengajak semakin banyak umat untuk terlibat aktif dalam kehidupan menggereja.