Theresia Angelina Hungan | Komsos
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki Banyumanik, Orang Muda Katolik Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik, mengadakan kegiatan Kirab Patung Bunda Maria Fatima ke 16 wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk berdevosi kepada Bunda Maria Fatima sebagai pelindung Gereja.

Acara ini tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat iman umat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengaktifkan kembali Orang Muda Katolik (OMK), baik di tingkat wilayah maupun paroki. Wilayah Santo Paulus mendapatkan kesempatan pertama untuk menerima Patung Bunda Maria Fatima dari Gereja.


Sebelum melakukan kegiatan Kirab Patung Bunda Maria, pada Misa Minggu Pagi ke 2 tepatnya pukul 9.00 pagi, Patung Bunda Maria Fatima diberkati dan diperciki air suci oleh Romo dilanjutkan perarakan ke wilayah Paulus setelah misa selesai. Arak-arakkan dilakukan oleh OMK Paroki dilanjutkan dengan kegiatan serah terima patung oleh OMK Wilayah Santo Paulus.
Setelah ibadat dan doa rosario bersama, rangkaian acara dilanjutkan dengan visitasi sebagai sarana pengenalan OMK paroki dan wilayah dan permainan singkat guna mempererat kebersamaan. Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pengenalan serta pemaparan mengenai program kerja yang akan dijalankan juga dapat memberikan saran, keinginan dan kolaborasi antar OMK Wilayah maupun OMK Paroki.




Pada kesempatan ini, Ignatius Lewas Nathan Kamuna Deo yang kerap disapa Mas Deo sebagai Ketua OMK Paroki menyebutkan, kegiatan Kirab Patung Maria ini adalah sebagai evaluasi yang dilakukan oleh OMK Paroki untuk teman-teman OMK Wilayah juga perkenalan pengurus OMK Paroki baru dengan teman-teman pengurus OMK Wilayah. Harapannya dari kegiatan Kirab Patung Bunda Maria menciptakan semangat baru untuk OMK yang semakin maju.

Melalui kegiatan tersebut, OMK diajak untuk semakin meningkatkan iman dan kecintaan kepada Bunda Maria. Nantinya, Patung Bunda Maria akan ditahtakan di Griya oleh OMK Paulus sehingga seluruh umat dapat mengambil bagian dalam doa dan devosi selama satu minggu, kemudian akan diarak kembali ke wilayah selanjutnya.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi OMK untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan menggereja.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak AT Edi Sambodo yang kerap disapa Eyang Adi menyampaikan pesan agar teman-teman muda untuk tidak merasa lelah dalam mendampingi Tuhan.
“Jangan merasa lelah untuk mendampingi Tuhan, karena kita adalah bagian dari Gereja,” ungkapnya.
Bu Maria Tika Rahayu sebagai Pendamping OMK Paulus berharap dengan adanya kegiatan kirab ini menambah semangat untuk teman-teman OMK agar dapat berkumpul, melayani dan berkembang dalam lingkup wilayah, gereja maupun paroki.




Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh umat, khususnya kaum muda, untuk terus hadir dan mengambil bagian dalam kehidupan Gereja. Keterlibatan OMK diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat terus berkembang melalui kebersamaan, pelayanan, dan semangat untuk bertumbuh dalam iman.

Melalui rangkaian kegiatan ini, OMK diharapkan semakin aktif, solid, dan mampu menjadi bagian penting dalam menghidupkan Gereja serta mewartakan iman di tengah kehidupan umat.
