Srawung Orang Muda Lintas Agama Suarakan Toleransi dan Nilai Pancasila di Era Digital

Penulis: Theresia Angelina Hungan I Komsos

Semarang, 1 Juni 2025. Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Tim Pendamping Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Alumni Lemhannas (DPD IKAL) Jawa Tengah menggelar kegiatan Srawung Orang Muda Lintas Agama: Cerita Cinta Pancasila. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Darmojuwono, Gereja Santo Maria Fatima Banyumanik ini dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai latar belakang agama dan komunitas kepemudaan.

Mengusung tema “Update Nilai-Nilai Pancasila Era Kini”, kegiatan ini bertujuan mengajak generasi muda untuk merefleksikan kembali makna Pancasila serta mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang semakin pesat.

Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan penampilan musik dari Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik dan sesi ice breaking yang menciptakan suasana akrab antar peserta. Setelah itu, kegiatan dibuka secara resmi melalui doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Garuda Pancasila.

Ketua panitia, Ibu Valentine Esti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan bagi orang muda lintas agama untuk saling mengenal, berdialog, dan membangun semangat persaudaraan. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan sebaliknya.

Sambutan juga disampaikan oleh Romo Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik, RD Christophorus Tri Wahyono Djati Nugroho, serta Camat Banyumanik, Didik Agung Mulyono. Keduanya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kerukunan, merawat toleransi, dan menjadi teladan dalam menghidupi nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Memasuki sesi utama, peserta mengikuti dialog kebangsaan yang menghadirkan Prof. Sri Puryono KS selaku Ketua DPD IKAL Lemhannas Jawa Tengah dan Naili Ni’matul Illyyun, dosen UIN Walisongo Semarang. Dalam diskusi tersebut, para narasumber mengajak peserta untuk memahami Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga pedoman hidup bersama di tengah masyarakat yang majemuk.

Para pembicara juga menyoroti tantangan era digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga polarisasi yang dapat mengancam persatuan bangsa. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan mampu menggunakan media digital secara bijak serta menjadi agen perdamaian yang menyebarkan nilai toleransi dan saling menghormati.

Selain dialog kebangsaan, kegiatan ini turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya dari komunitas lintas agama, seperti Tari Bali, Tari Sufi, penampilan band dari Gereja Bethel Indonesia (GBI), serta band OMK. Penampilan tersebut menjadi simbol nyata bahwa keberagaman dapat berjalan beriringan dalam suasana yang harmonis dan penuh persaudaraan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize, sesi foto bersama, serta ramah tamah yang memberi kesempatan kepada para peserta untuk membangun relasi dan memperkuat jejaring lintas agama.

Melalui kegiatan Srawung Orang Muda Lintas Agama, para peserta diajak untuk terus menumbuhkan semangat toleransi, mempererat persaudaraan, serta menghidupi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah berbagai tantangan era digital, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan dan penjaga keberagaman demi Indonesia yang damai dan harmonis.

Lewat kegiatan ini diharapkan para umat dapat memahami arti dan mengamalkannya bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dengan semangat Pancasila, generasi muda dapat menjadi pelopor toleransi, persaudaraan, dan persatuan bangsa di era digital.